Syaikh Muhammad ibn Shalih al-`Utsaimin rahimahullah berkata:

[Awal kutipan]

Allah Subhanahu wa Ta`ala mengutus Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam dengan petunjuk dan agama yang haq, sebagai rahmat kepada alam semesta, sebagai teladan kepada mereka yang beramal shalih, dan sebagai hujjah kepada segenap manusia.

Dan beliau shallallahu `alaihi wa sallam telah menunaikan amanah, menyampaikan risalah, memberikan nasihat kepada umat, dan menjelaskan kepada manusia semua yang mereka butuhkan dalam masalah agama mereka, baik masalah pokoknya maupun masalah cabangnya. Maka tidaklah beliau dakwahkan kebaikan kecuali beliau telah menjelaskannya dan memotivasi kita untuk melakukannya. Dan tidaklah beliau tinggalkan keburukan kecuali beliau telah memperingatkan umat atasnya. Hingga beliau meninggalkan umat ini di atas jalan yang terang-benderang, di mana malamnya seperti siangnya. Maka para sahabat beliau pun berjalan di atas jalan yang terang dan bercahaya tersebut. Dan generasi emas berikutnya melanjutkan jalan yang haq tersebut dari mereka.

Hingga tiba-tiba cuaca berubah menjadi suram akibat gelapnya bid’ah yang bermunculan dengan berbagai macam bentuknya, yang dimasukkan ke dalam Islam oleh para pencetusnya. Maka tersesatlah umat ini seperti tersesatnya orang dalam kegelapan. Mereka sandarkan akidah dan keyakinan mereka kepada sarang laba-laba (yang lemah karena tidak didukung oleh dalil -penj.).

Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta`ala menjaga agama ini dengan mengutus para waliNya yang Dia berikan iman, ilmu, dan hikmah, yang kemudian itu semua digunakan untuk melawan musuh-musuh agama tersebut. Para wali Allah ini membantah tipu daya mereka yang keluar dari tenggorokan-tenggorokan mereka. Hingga tidaklah ada satu orang pun yang memunculkan sebuah bid’ah, kecuali Allah pasti akan mengutus seseorang dari kalangan ahlus-sunnah untuk membantah bid’ah tersebut dan menjelaskan kebathilannya.

[Akhir kutipan]

(Diterjemahkan dari Fat-hu Rabbil-Bariyyah bi-Talkhishil-Hamawiyyah, karya Muhammad ibn Shalih al-`Utsaimin)

Andy Latief